Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan China telah aktif mengakuisisi atau mengendalikan berbagai bisnis besar di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan melalui investasi strategis, akuisisi saham mayoritas, atau bahkan pembelian langsung. Fenomena ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait bagaimana pengaruh China terhadap kebijakan operasional perusahaan-perusahaan besar ini, serta dampaknya terhadap ekonomi global.
Artikel ini akan membahas 9 perusahaan besar di AS yang saat ini berada di bawah kendali atau pengaruh signifikan China, lengkap dengan tinjauan tentang bagaimana mereka beroperasi dan bagaimana kontrol itu diperoleh.

1. AMC Entertainment
AMC Entertainment, salah satu jaringan bioskop terbesar di Amerika Serikat, diakuisisi oleh Dalian Wanda Group, perusahaan properti dan hiburan asal China, pada tahun 2012. perjanjiannya senilai $2,6 miliar ini membuat Wanda menjadi pemegang saham mayoritas AMC, membuka jalan bagi ekspansi besar-besaran AMC di seluruh dunia.
Keterlibatan Wanda memungkinkan AMC untuk memperluas basis operasionalnya, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran tentang pengaruh asing terhadap industri hiburan AS, termasuk potensi sensor atau kepentingan politik terkait produksi film.
2. Smithfield Foods
Smithfield Foods adalah produsen daging babi terbesar di dunia, diakuisisi oleh WH Group dari China pada tahun 2013 dengan nilai $4,7 miliar. Akuisisi ini merupakan salah satu investasi agribisnis terbesar oleh entitas China di AS.
Smithfield kini memiliki operasi global, tetapi banyak yang mengkritik transfer aset strategis di sektor agrikultur AS, terutama terkait ketergantungan pada investor asing untuk memenuhi kebutuhan domestik. Walaupun akuisisi ini dianggap menguntungkan bagi Smithfield, pertanyaan seputar keamanan pangan tetap menjadi sorotan.
3. General Electric Appliances
Merek ikonik AS ini ialah yang terkenal sebagai peralatan rumah tangga dan dijual oleh General Electric kepada Haier produsen alat rumah tangga asal China pada tahun 2016 dengan nilai $5,4 miliar.
Haier kini telah mempertahankan branding GE Appliances untuk tetap menarik konsumen Amerika akan tetapi dengan kendali penuh, perusahaan ini sudah menciptakan rantai nilai yang mengintegrasikan manufaktur berbasis China dengan Langkah ini membuat Haier mampu menggabungkan pengetahuan desain AS dengan efisiensi produksi khas China.
4. Legendary Entertainment
Legendary Entertainment, studio film Hollywood yang terkenal memproduksi film blockbuster seperti Jurassic World dan The Dark Knight, dijual kepada Dalian Wanda Group pada tahun 2016 dengan nilai $3,5 miliar.
Langkah saat ini menjadikan Wanda sebagai perusahaan China pertama yang mengakuisisi studio film Hollywood besar. Dengan ini, muncul kekhawatiran seputar bagaimana pengaruh Wanda dalam strategi pemasaran dan cerita film yang menargetkan penonton global, khususnya pasar China yang semakin besar.
5. Motorola Mobility
Pada tahun 2014, Google menjual Motorola Mobility kepada Lenovo, perusahaan teknologi asal China, dalam kesepakatan senilai $2,91 miliar. Lenovo memanfaatkan akuisisi ini untuk memperluas jejaknya di pasar smartphone global, khususnya di AS.
Meski Motorola masih menjalankan operasinya dalam merek yang sama, bisnis ini kini sepenuhnya dikelola oleh Lenovo. Hal ini meningkatkan persaingan di pasar perangkat seluler yang sudah sangat kompetitif.
6. Hilton Hotels
Pada tahun 2016, HNA Group, konglomerat China, membeli 25% saham di Hilton Worldwide Holdings dari Blackstone senilai $6,5 miliar. Investasi besar ini memberikan HNA pijakan kuat dalam industri perhotelan global, yang mencerminkan strategi mereka untuk memperluas operasional di luar negeri.
Namun, pergeseran kepemilikan ini juga telah menyorot soal pengaruh asing dalam sektor strategis yang berhubungan langsung dengan industri pariwisata AS.
7. Riot Games
Riot Games telah penciptakan salah satu game online paling terkenal yaitu League of Legends mulai diakuisisi oleh Tencent dengan raksasa teknologi asal Chinanya kini di mulai pada tahun 2011 juga Pada tahun 2015 sehingga Tencent meningkatkan kepemilikannya menjadi 100%.
Pengaruh Tencent memungkinkan Riot Games untuk mengakses peluang pasar yang lebih besar di China. Meskipun demikian, akuisisi ini juga menimbulkan kemarahan dari penggemar terkait kekhawatiran soal privasi dan kontrol kreatif.
8. Cirrus Aircraft
Cirrus Aircraft adalah pembuat pesawat pribadi yang berbasis di Minnesota dan diakuisisi oleh perusahaan aviasi China atau CAIGA, tahun 2011. Kesepakatan ini membantu Cirrus memperluas pengembangan teknologi serta distribusi produk mereka ke pasar internasional.
Akuisisi ini menyoroti bagaimana perusahaan China secara aktif berinvestasi dalam sektor teknologi tinggi untuk meningkatkan posisi mereka di panggung global.
9. Club Med
Perusahaan pariwisata mewah asal Perancis, Club Med, meskipun bukan perusahaan AS, memiliki operasi yang signifikan di pasar AS. Fosun International atau konglomerat China juga mengambil alih kendali penuh atas Club Med pada tahun 2015 setelah mengalahkan berbagai pesaing dalam proses lelang panjang.
Akuisisi ini memperluas strategi Fosun untuk mendiversifikasi portofolio mereka, mencakup sektor perjalanan dan pariwisata yang berkembang pesat di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.
Dampak dan Implasi Kepemilikan China Atas Perusahaan AS
Kendali China atas perusahaan besar AS menghadirkan peluang dan tantangan. Di satu sisi, investasi ini memungkinkan perusahaan untuk berkembang dan memanfaatkan sumber daya yang lebih besar. Namun, di sisi lain, ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kedaulatan ekonomi dan pengaruh asing dalam sektor strategis AS.
Sebagai konsumen, memahami kepemilikan dan struktur perusahaan yang mendasari produk dan layanan yang kita gunakan setiap hari merupakan langkah pertama untuk membuat pilihan yang lebih terinformasi.
Apakah menurut Anda perkembangan ini merupakan ancaman atau peluang? Bagikan pendapat Anda di komentar!