Fenomena langka kembali terjadi di San Francisco. Warga AS berbondong-bondong datang ke Conservatory of Flowers di Golden Gate Park untuk menyaksikan secara langsung bunga bangkai yang mekar namun tidak hanya melihatnya saja mereka juga rela antri berjam-jam demi satu pengalaman yang sangat unik untuk mencium aroma yang sangat busuk dari bunga bangkai.
Bunga Raksasa yang Jarang Mekar
Bunga bangkai, atau Amorphophallus titanum, merupakan salah satu bunga terbesar di dunia. Ia berasal dari hutan hujan Sumatra, Indonesia. Mekarnya tidak terjadi setiap tahun bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun. Saat mekar, bunga ini hanya bertahan selama 24 – 48 jam, menjadikannya momen langka yang diburu para penggemar botani dan wisatawan lokal.
Aroma Busuk yang Jadi Daya Tarik
Alih-alih wangi dari bunga bangkai justru telah mengeluarkan bau busuk yang sangat mirip daging busuk dan aroma ini bukan hanya kebetulan saja tetapi Fungsinya adalah untuk menarik serangga penyerbuk seperti lalat bangkai. Uniknya, justru inilah yang membuat pengunjung penasaran.
“Bau busuknya memang menyengat, tapi justru itu yang bikin penasaran,” kata salah satu pengunjung. Banyak yang datang hanya untuk mencium langsung dan membuktikan betapa menyengatnya aroma tersebut.
Antusiasme Pengunjung Tinggi
Sejak kabar mekar menyebar di media sosial, antusiasme masyarakat langsung melonjak. Ratusan orang mengantre rapi sejak pagi. Beberapa bahkan membawa anak-anak mereka untuk memperkenalkan flora langka ini.
Petugas konservatori juga terlihat sibuk mengatur arus pengunjung agar tidak menumpuk. Meski hanya berlangsung singkat, momen ini dinilai penting karena meningkatkan kesadaran akan keanekaragaman hayati dan pentingnya pelestarian flora langka.
Edukasi dan Konservasi Sekaligus
Kehadiran bunga bangkai mekar di San Francisco bukan hanya jadi tontonan. Tempat seperti Conservatory of Flowers memanfaatkannya untuk edukasi publik. Pengunjung bisa belajar soal siklus hidup bunga bangkai, habitat aslinya, hingga tantangan pelestariannya di alam liar.
Bunga ini termasuk spesies terancam punah. Perusakan hutan di Sumatra menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, keberhasilan bunga bangkai mekar di luar habitat aslinya menjadi simbol penting keberhasilan konservasi.
Mengapa Bunga Bangkai Begitu Spesial?
Selain ukurannya yang bisa mencapai 3 meter, bunga ini unik karena mekanismenya saat mekar. Ia mengeluarkan panas untuk membantu menyebarkan aroma busuk lebih cepat, meniru bangkai asli.
Tidak banyak tempat di dunia yang berhasil membuatnya mekar di luar habitat asli. Hal ini juga menjadikan mekarnya dari bunga bangkai di San Francisco sebagai peristiwa yang sangat istimewa yang juga tak hanya terjadi beberapa kali dalam satu dekade saja.
Wisata Edukatif yang Viral
Kombinasi antara keunikan bentuk, ukuran luar biasa, dan aroma busuk justru menjadi magnet wisata. Banyak pengunjung mengunggah momen mereka ke TikTok dan Instagram. Foto dengan latar bunga raksasa ini pun viral. Fenomena ini membantu menyebarkan informasi tentang flora langka ke generasi muda secara lebih luas dan cepat.
Dampak Positif untuk Dunia Botani
Bunga bangkai mekar bukan hanya momen hiburan, tetapi juga momen penting untuk sains. Peneliti bisa mencatat pertumbuhan, struktur, hingga respon lingkungan sekitar terhadap bau yang ditimbulkan.
Tak heran jika botanis dari berbagai universitas ikut hadir untuk mengamati langsung. Pengetahuan ini berguna untuk program pelestarian dan pemuliaan tanaman langka di masa depan.
Kesimpulan
Bunga bangkai mekar di San Francisco juga telah menjadi fenomena yang sangat langka yang telah menyatukan hiburan atau edukasi dan konservasi dalam satu peristiwa. Dari antrean panjang hingga unggahan viral, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk flora yang luar biasa ini. Meskipun bau busuk menyengat jadi pusat perhatian, di baliknya tersimpan pesan penting: pentingnya melindungi keanekaragaman hayati dunia.